Berita WIKAIKON

Berita WIKAIKON

Halal bihalal WIKON, merajut kebersamaan menuju kinerja yang lebih baik

Suasana penuh kekeluargaan mewarnai acara Halal Bihalal PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKON) dengan tema “merajut kebersamaan, menuju kinerja yang lebih baik”. Turut hadir Dewan Komisaris, Direksi, Manajemen dan Karyawan bertempat di Pabrik Fabrikasi Baja Tangerang pada Rabu (12/06). Pelaksanaan Halal Bihalal di Pabrikasi Baja Tangerang PT WIKON berjalan khidmat dan penuh haru dilaksanakan dalam rangka melestarikan tradisi saling memaafkan setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H sebagai sarana memupuk, memelihara, dan mempererat tali silaturahim antar Dewan Komisaris, Direksi, Manajemen dan Karyawan. Dalam sambutannya Akmal Malik mewakili Dewan Komisaris menyampaikan “Dalam kesempatan berbahagia ini kami menyampaikan mohon maaf lahir batin kepada hadirin jika ada sesuatu selama ini yang kurang berkenan di hati para hadirin sekalian. Semoga Allah mengampuni dosa dan kesalahan diantara kita semua dan memberikan kekuatan lahir dan batin”. “Terimakasih kepada seluruh karyawan yang mudik untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri dikampung halaman sampai kembali dalam keadaan aman, tepat waktu dan selamat. Berkumpulnya saat ini kita kembali merajut kebersamaan, menuju kinerja yang lebih baik, harus terus tetap positif dan semangat dalam mencapai target kinerja perusahaan yang dicintai ini” ungkap Koko Cahyo Kuncoro selaku Direktur Utama. Acara Halal Bihalal ini merupakan acara rutin yang dilaksanakan setiap berakhirnya Hari Raya Idul Fitri, agar tetap menjalin silahturahim yang baik antar manajemen dan karyawan.

Berita WIKAIKON

Pastikan kualitas jelang ekspor perdana, investor Filipina kunjungi Pabrik Fabrikasi Baja Tangerang

Tangerang-Perusahaan multinasional asal Filipina yang sedang fokus terhadap pembangunan infrastruktur dalam kurun waktu 10 tahun terakhir berkunjung dalam rangka meninjau proses produksi ekspor perdana box girder Unibridge di Pabrik Fabrikasi Baja Tangerang(09/05). Ekspor perdana box girder Unibridge ini akan dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2019 sebanyak 38 unit. Turut hadir dalam kunjungan tersebut adalah Susan Y.Yu selaku Vice President Procurement-SMC Infrastructure, Christian E.Santiago selaku Business Procurement-Group SMC Infrastructure dan tim didampingi oleh Moch Cholis Prihanto selaku Direktur Operasi WIKON, Windya Darmawan selaku Manajer Divisi Industri, Nowo Agung P selaku Manajer Pabrik Fabrikasi Baja Tangerang, Adl-ha Wijaya selaku Manajer Pengadaan dan Jeffrey Limas selaku Manajer Pengadaan Departemen Luar Negeri PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Dalam kunjungan ini WIKON memberikan paparan mengenai Quality Plan Fabrikasi, Metode Fabrikasi dan Fasilitas Fabrikasi untuk Proyek Unibridge Balintawak, Filipina. Lebih lanjut, San Miguel meninjau pada lokasi Fabrikasi Box Girder yang diperuntukan unttuk Proyek Kunciran Benteng Betawi, dilanjutkan ke lokasi Fabrikasi Jembatan Unibridge Balitawak yang diikuti dengan demo Rotator Box Girder dan Ground Assembly Jembatan Unibridge Balitawak, ditutup dengan demo Lineboring Ears dan  Facing Top Flange dengan mesin Reamer. Pada saat meninjau proses produksi Susan Y.Yu menyatakan harapannya untuk dapat menjalin kerjasama secara berkelanjutan dan hubungan yang semakin baik.“Kita berharap kerjasama ini dapat membuat kedua Negara menjadi semakin maju dalam hal pembangunan infrastruktur” tutupnya. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan _Supply Purchase Agreement of Girder Unibrigde for Balitawak Philippine Project_antara WIKON dan Matiere oleh Direktur Utama WIKON Koko Cahyo Kuncoro dengan Headquarter Deputy Director of South East Asia Matiere Paul Antoine Nicolaudie. Proyek Balitawak Philippine Project akan menjadi proyek kedua kerjasama WIKA dan Matiere setelah Proyek Strategis Nasional Flyover Teluk Lamong di Jawa Timur. Kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kesepakatan pembangunan jalan dan jembatan kerangka baja antara WIKA, selaku induk dari WIKON dan Matiere di Jakarta, pada 29 Maret 2017 lalu, di hadapan Presiden Perancis kala itu, François Hollande.

Berita WIKAIKON

WIKON, raih penghargaan The Most Growing Startup

Jakarta– Lebih dari 60 karya startup yang diproduksi oleh generasi milenial Indonesia digelar dalam acara Indonesia Startup Summit (ISS) di Jakarta International Expo, Rabu (10/4).Acara ini di prakarsai oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang dihadiri oleh Menristek dan juga pejabat tinggi dari Kementerian Perindustrian dan Direksi dari perusahaan-perusahaan yang bermitra dengan Kemenristekdikti termasuk PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKON).Acara dimulai dengan aksi unik dari Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir menjajal motor listrik nasional GESITS dari Hotel Mercure Kemayoran menuju lokasi acara yang berjarak sekitar 3 Km dan langsung membawa GESITS masuk ke dalam Aula D2. Ribuan mahasiswa yang hadir langsung menyambut Pak Menteri dengan riuh rendah saat ia melepas helmnya di depan panggung. “Ini adalah motor listrik anak bangsa, kalau sebut motor listrik, ingat GESITS. Kalau ingat GESITS maka ingat motor listrik. Ini pertama kalinya di Indonesia.” ujar Nasir.Ia juga menjelaskan bahwa dengan kemampuan inovasi teknologi, maka suatu bangsa dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki secara efektif dan efisien, memberikan nilai tambah pada produk teknologi, serta pada akhirnya memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap perekonomian Indonesia, tutup Nasir. Dalam kesempatan ISS 2019 ini pula, Kemenristekdikti juga mengumumkan lima karya paling menginspirasi dari kalangan startup dimana salah satu dari lima karya terbaik itu diraih oleh GESITS sebagai The Most Growing Startup dengan mitra industri adalah PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi. Penghargaan diterima langsung oleh Direktur Utama PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi, Koko Cahyo Kuncoro yang mengatakan bahwa WIKON sangat mendukung penemuan dari para inovator yang menyumbangkan inovasi nya untuk bangsa. Semua pelaku industri harus turut mendukung inovasi ini sehingga dapat menghasilkan produk asli buatan anak negeri yang membanggakan dan berguna untuk masyarakat seperti motor listrik GESITS yang sedang WIKON produksi.” Ujar Koko. “Penghargaan ini merupakan bukti bahwa pelaku Industri sangat mendukung inovasi anak bangsa, dan kami berkomitmen untuk terus memproduksi motor listrik GESITS ini sehingga dapat di jual massal dan menjadi kebanggaan bangsa.”pungkasnya. Sepeda motor listrik GESITS diproduksi oleh PT Wijaya Karya Manufaktur (WIMA), perusahaan patungan antara PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKON) dengan PT Gesits Technologies Indonesia (GTI). Gesits akan diproduksi massal di pabrik perakitan yang berada di Kawasan Industri WIKA (KIW) Bogor, Jawa Barat. Pabrik perakitan ini mampu memproduksi 50.000 unit per tahun dan bisa ditingkatkan hingga 100.000 unit per tahun.

Berita WIKAIKON

WIKON – Matiere gelar produksi perdana girder Unibridge untuk ekspor ke Filipina

  PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKON) melaksanakan produksi perdana Girder Unibridge Matiere di pabrik baja WIKON di Balaraja, Banten, Rabu (24/4). Produksi ini berlangsung sejalan dengan penandatangan Supply Purchase Agreement of Girder Unibrigde for Balitawak Philippine Project antara WIKON dan Matiere oleh Direktur Utama WIKON Koko Cahyo Kuncoro dengan Headquarter Deputy Director of South East Asia Matiere Paul Antoine Nicolaudie. Produksi perdana ini turut disaksikan oleh M Jean-Charles Berthonnet, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto, Direktur WIKA Agung Budi Waskito, bersama jajaran Komisaris dan Direksi WIKON. Proyek Balitawak Philippine Project akan menjadi proyek kedua kerjasama WIKA dan Matiere setelah Proyek Strategis Nasional Flyover Teluk Lamong di Jawa Timur. Kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kesepakatan pembangunan jalan dan jembatan kerangka baja antara WIKA, selaku induk dari WIKON dan Matiere di Jakarta, pada 29 Maret 2017 lalu, di hadapan Presiden Perancis kala itu, François Hollande. Pada saat meninjau proses produksi perdana, Menteri Basuki menyatakan dukungan penuhnya terhadap kerjasama yang terjalin antara WIKON dengan Matiere. Beliau berharap WIKA sebagai Induk Usaha mampu mengimplementasi dan mendorong terciptanya teknologi – teknologi baru dalam pembangunan infrastruktur. “Kita berharap kerjasama ini tidak hanya sebatas transfer knowledge saja, karena saya yakin WIKA juga memiliki kemampuan dan teknologi yang bisa diimpor dan di ekspansi keluar negeri,” tutupnya. Lebih lanjut, delegasi Perancis bersama Kementerian PUPR, dan Kementerian BUMN kemudian meninjau pada lokasi Fabrikasi Box Girder yang diperuntukkan bagi Proyek Tol Kunciran yang dilanjutkan ke lokasi Fabrikasi Box Girder Unibridge dan Rotator yang diikuti dengan Demo Welding Carried dan Demo Erection Jembatan. Lokasi terakhir yang dikunjungi adalah meninjau proses Demo Reamer Machine. Teknologi yang dikerjasamakan antara WIKON dengan Matiere Perancis akan mulai dipasarkan di Indonesia karena faktor efisien dan instalasi yang jauh lebih cepat sehingga mengurangi gangguan terhadap lalulintas secara signifikan. WIKON telah menambah kapasitas produksi dimana produk Matiere ini salah satu produk yang dapat dilayani selain box girder konvensional dan juga mampu melayani struktur bangunan gedung dan bangunan industri serta produk baja lainnya termasuk penanganan pipa.  

Berita WIKAIKON

WIKAIKON

PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKON) melaksanakan produksi perdana Girder Unibridge Matiere di pabrik baja WIKON di Balaraja, Banten, Rabu (24/4). Produksi ini berlangsung sejalan dengan penandatangan Supply Purchase Agreement of Girder Unibrigde for Balitawak Philippine Project antara WIKON dan Matiere oleh Direktur Utama WIKON Koko Cahyo Kuncoro dengan Headquarter Deputy Director of South East Asia Matiere Paul AntoineNicolaudie.Produksi perdana ini turut disaksikan oleh M Jean-Charles Berthonnet, Menteri PUPR BasukiHadimuljono, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto, Direktur WIKA Agung BudiWaskito, bersama jajaran Komisaris dan Direksi WIKON.Proyek Balitawak Philippine Project akan menjadi proyek kedua kerjasama WIKA dan Matieresetelah Proyek Strategis Nasional Flyover Teluk Lamong di Jawa Timur. Kerjasama inimerupakan tindak lanjut dari penandatanganan kesepakatan pembangunan jalan dan jembatankerangka baja antara WIKA, selaku induk dari WIKON dan Matiere di Jakarta, pada 29 Maret2017 lalu, di hadapan Presiden Perancis kala itu, François Hollande.Pada saat meninjau proses produksi perdana, Menteri Basuki menyatakan dukungan penuhnyaterhadap kerjasama yang terjalin antara WIKON dengan Matiere. Beliau berharap WIKA sebagaiInduk Usaha mampu mengimplementasi dan mendorong terciptanya teknologi – teknologi barudalam pembangunan infrastruktur.“Kita berharap kerjasama ini tidak hanya sebatas transfer knowledge saja, karena saya yakinWIKA juga memiliki kemampuan dan teknologi yang bisa diimpor dan di ekspansi keluarnegeri,” tutupnya.Lebih lanjut, delegasi Perancis bersama Kementerian PUPR, dan Kementerian BUMN kemudianmeninjau pada lokasi Fabrikasi Box Girder yang diperuntukkan bagi Proyek Tol Kunciran yangdilanjutkan ke lokasi Fabrikasi Box Girder Unibridge dan Rotator yang diikuti dengan DemoWelding Carried dan Demo Erection Jembatan. Lokasi terakhir yang dikunjungi adalah meninjauproses Demo Reamer Machine.Teknologi yang dikerjasamakan antara WIKON dengan Matiere Perancis akan mulai dipasarkandi Indonesia karena faktor efisien dan instalasi yang jauh lebih cepat sehingga mengurangigangguan terhadap lalulintas secara signifikan.WIKON telah menambah kapasitas produksi dimana produk Matiere ini salah satu produk yangdapat dilayani selain box girder konvensional dan juga mampu melayani struktur bangunangedung dan bangunan industri serta produk baja lainnya termasuk penanganan pipa.

Scroll to Top