Berita WIKAIKON

Berita WIKAIKON

Direksi WIKA Ikon kunjungi Pabrikasi Baja Majalengka, tinjau produksi produk baja

Direksi WIKAIKON Kunjungi Pabrikasi Baja Majalengka, Tinjau Produksi Produk Baja Majalengka, Direksi PT Wijaya Karya Industri &  Konstruksi (WIKAIKON) melakukan kunjungan pabrikasi baja di Majalengka, Jawa Barat.  Pada kesempatan ini Direksi WIKAIKON meninjau langsung proses produksi produk baja berkualitas tinggi yang dihasilkan oleh WIKAIKON sebagai bagian dari proses pengenalan Perusahaan (11/06). Dalam kunjungannya,  Jajaran direksi baru, Sidiq Purnomo Direktur Utama dan Adi Widyo Nughroho Direktur Teknik dan Operasi WIKAIKON  disambut oleh jajaran manajemen Pabrikasi Baja Majalengka. Kunjungan diawali dengan paparan dari Manajer Pabrik Pabrikasi Baja Majalengka dilanjutkan untuk berkeliling ke area pabrik dan melihat secara langsung proses produksi produk baja, mulai dari proses bahan baku (raw material) hingga menjadi produk baja jadi (finish product). Direktur Utama WIKA IKON, Sidiq Purnomo, mengungkapkan rasa bangganya atas kemajuan yang telah dicapai oleh Pabrikasi Baja Majalengka. “Kami sangat bangga dengan apa yang telah dicapai oleh Pabrikasi Baja Majalengka. Pabrik ini telah menjadi salah satu pabrik baja terdepan di Indonesia yang mampu menghasilkan produk baja berkualitas tinggi,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Sidiq Purnomo menambahkan “WIKAIKON telah berinvestasi dalam teknologi dan sumberdaya manusia untuk meningkatkan nilai perusahaan. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas produk baja dan melakukan transformasi bisnis melalui produk-produk unggulan, efisiensi dan sinergi antar BUMN dalam rangka target Lean, Fit dan Profit” tercapai tuturny Factory Visit Majalengka Steel Fabrication, Review Steel Product Production Majalengka, The Board of Directors of PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKAIKON) visited a steel fabrication in Majalengka, West Java.  On this occasion, the Board of Directors of WIKAIKON directly reviewed the production process of high quality steel products produced by WIKAIKON as part of the Company’s introduction process (11/06). During his visit, the new board of directors, Sidiq Purnomo, President Director and Adi Widyo Nughroho, Director of Engineering and Operations of WIKAIKON were welcomed by the management of Majalengka Steel Fabrication. The visit begins with a presentation from the Majalengka Steel Fabrication Plant Manager, followed by a tour of the factory area and a direct view of the steel product production process, starting from the raw material process (raw material) to become a finished steel product (finish product). President Director of WIKA IKON, Sidiq Purnomo, expressed his pride in the progress made by Majalengka Steel Fabrication. “We are very proud of what Majalengka Steel Fabrication has achieved. This plant has become one of the leading steel mills in Indonesia capable of producing high-quality steel products,” he said. On the same occasion, Sidiq Purnomo added “WIKAIKON has invested in technology and human resources to increase company value. “We are committed to continuously improving the quality of steel products and carrying out business transformation through superior products, efficiency and synergy between BUMN in the context of Lean, Fit and Profit targets,” he said. PT WIJAYA KARYA INDUSTRI & KONSTRUKSI Instagram : wikaindustrikonstruksi Tiktok: wikaindustrikonstruksi Youtube : WIKA Industri & Konstruksi Facebook : PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi Linkedin : PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi Contact Us: ——————– Corporate Secretary WIKA IKON  info@wikaikon.co.id

Berita WIKAIKON

Full Segment Terpasang pada Jembatan KA Elevated Simpang Tujuh Joglo

Surakarta, 24 November 2023 – PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi (WIKAIKON)  berhasil memasang lebih dari 3.000 ton rangka Baja. Instalasi rangka baja tersebut bagian dari proyek pembangunan jalur kereta api elevated antara Solo Balapan-Kadipiro KM 104 +700 S.D KM. 107+000 (Tahap 1). Proyek ini merupakan proyek  Jembatan  kereta api terpanjang di Indonesia dengan  panjang  270 meter dan bentang utama 130  meter.Direktur Utama WIKAIKON, Agus Pramono menyebutkan Jembatan kereta api ini akan menjadi sebuah icon kota Surakarta, sebuah kebanggaan WIKAIKON melalui anak bangsa memiliki kemampuan  menghasilkan proyek mega struktur dengan ciri khas dan kompleksitas yang sangat tinggi. Jembatan Kereta ini memiliki keunikan yaitu dimensi yang besar dan adanya sambungan pengelasan antar rangka jembatan. Proyek ini memiliki risiko dominan diketinggian dan keterbatasan area.    Diketahui pekerjaan dengan risiko dan kompleksitas tinggi ini dilakukan menggunakan crane dengan kapasitas angkat 275 ton. Selain itu, rangka utama jembatan KA Elevated Simpang Tujuh Joglo ini didesain tanpa baut sehingga bagian-bagian rangka harus disambung dengan pengelasan pada ketinggian hingga 40 meter dari permukaan tanah. WIKAIKON dapat memastikan tahapan Konstruksi aman dan presisi sesuai dengan perencanaan desain yang telah disepakatiDia menjelaskan pekerjaan pengelasan menjadi tantangan tersendiri pada proyek ini, sebab adanya berbagai posisi pengelasan pada pekerjaan rangka baja ini. Sehingga dibutuhkan Welder khusus yg bersetifikat 6G atau (All Position) untuk bisa mendapatkan hasil sambungan las yang sempurna. Keberhasilan proyek dengan zero accident adalah komitmen penuh WIKAIKON pada quality dan safety serta kolaborasi yang baik antara kontraktor pelaksana utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Bhakti Karya Utama selaku maincon, konsultan PT Raya Konsult sebagai perencana desain, serta WIKAIKON selaku fabricator dan instalator. Semoga WIKAIKON dapat berkontribusi lebih banyak lagi untuk Infrastruktur di Indonesia.  tutup Agus.   PT WIJAYA KARYA INDUSTRI & KONSTRUKSI Instagram : wikaindustrikonstruksi Tiktok: wikaindustrikonstruksi Youtube : WIKA Industri & Konstruksi Facebook : PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi Linkedin : PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi Contact Us: ——————– Corporate Secretary WIKA IKON  info@wikaikon.co.id

Berita WIKAIKON

Steel box girder merah putih flyover aloha

Sidoarjo, 26 September 2023 – PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKAIKON) selaku Perusahaan Engineering, Production & Instalation (EPI) anak Perusahaan dari  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk  telah berhasil memasang Steel Box Girder Merah Putih pada Flyover Aloha di Sidoarjo, Jawa Timur. Pada pekerjaan Erection ini, telah terpasang 10 Box Girder 2 segmen sejak tanggal 23 September 2023. Steel Box Girder pada Proyek ini diproduksi dalam waktu 2 bulan di Pabrikasi Baja Majalengka dan kemudian dikirimkan ke Sidoarjo. Kelebihan penggunaan Stell Box Girder sendiri secara visual lebih bagus dengan komposisi warna, Go Green, dimensi struktural bawah lebih optimal, kapasitas penggunaan alat angkat yang lebih efisien, proses lifting lebih cepat dan membutuhkan area kerja yang lebih sedikit. Proyek ini memiliki tantangan  dengan jenis curve bridge (radius) dimana membutuhkan keakuratan dalam proses fabrikasi dan instalasi. Untuk mendapatkan hasil fabrikasi yang sesuai dengan desain, WIKAIKON  melakukan full trial assembly di Pabrik majalengka dan hasilnya adalah Steel Box Girder yang telah di-ground-assembly di lapangan sesuai dengan perencanaan desain, tanpa membutuhkan perbaikan pada komponen girder dan baut. Disamping itu, WIKAIKON melakukan analisa Construction Engineering Services (CES) untuk mengevaluasi tahapan urutan pekerjaan dan perubahan perilaku struktur pada fase konstruksi install jembatan (stagging analysis for installation),  memastikan tidak terjadinya uplift dan terpenuhinya stabilitas pada setiap tahapan konstruksi sehingga aman dan presisi sesuai dengan perencanaan desain. Direktur Utama WIKAIKON, Agus Pramono menyebutkan pada Proyek ini juga menggunakan temporary support shoring yang kebutuhannya telah dianalisa oleh tim engineering WIKAIKON. Proses erection pada pilar 7A dan pilar 8A  WIKAIKON menekankan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)  dengan standard K3  yang tinggi dan selalu menjadi fokus pada pengerjaan proyek. Flyover Aloha sendiri dibangun oleh Kementerian PUPR untuk menghubungkan berbagai wilayah di Sidoarjo dan menjadi jalur vital bagi lalu lintas harian. Dengan selesainya proses fabrikasi dan instalasi sesuai target quality dan waktu, proyek ini menambah daftar kesuksesan WIKAIKON dalam mendukung pembangunan infrastruktur Nasional, setelah Proyek Jembatan Palang Joglo, Proyek Tol Cisundawu dan lainnya tutup Agus Pramono Direktur Utama. PT WIJAYA KARYA INDUSTRI & KONSTRUKSI Instagram : wikaindustrikonstruksi Tiktok: wikaindustrikonstruksi Youtube : WIKA Industri & Konstruksi Facebook : PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi Linkedin : PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi Contact Us: ——————– Corporate Secretary WIKA IKON  info@wikaikon.co.id

Berita WIKAIKON

Rangka Baja Palang Joglo

Rangka Baja seberat 1560 Ton Terpasang di Jembatan KA Elevated Palang Joglo   Jakarta, 28 Juli 2023 – PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKAIKON) selaku pelaksana PengadaanMaterial, Pabrikasi dan Instalasi Jembatan Rangka Baja Rangka Baja pada Proyek Pembangunan Jalur KAElevated antara Solo Balapan – Kadipiro KM 104 +700 S.D KM. 107+000 (Tahap 1) menorehkan pencapaianterbaru.Lifting Jembatan Rangka Baja berwarna traffic red dengan tinggi 40 meter ini telah berhasil dilakukan. Pekerjaan dengan risiko dan kompleksitas tinggi ini dilakukan menggunakan crane dengan kapasitas angkat 275 Ton, di tengah tantangan keterbatasan ruang. Keberhasilan ini menurut Direktur Utama WIKAIKON, Agus Pramono menjadi bukti komitmen WIKAIKONuntuk menjaga progress pekerjaan sesuai dengan target yang diberikan oleh pemberi kerja dan tetap memperhatikan safety excellence.Selain itu, Rangka Utama Jembatan KA Elevated Simpang Tujuh Joglo ini didesain tanpa baut. maka bagian bagian Rangka harus disambung dengan pengelasan pada ketinggian hingga 40 meter dari permukaan tanah. Pekerjaan pengelasan menjadi tantangan tersendiri pada proyek ini, sebab adanya berbagai posisi pengelasan pada pekerjaan rangka baja ini sehingga dibutuhkan Welder khusus yg bersetifikat 6G atau (AllPosition) untuk dapat mendapatkan hasil sambungan las yang sempurna dan untuk menjaga mutu pekerjaan WIKAIKON melakukan 100% Ultrasonic Test untuk setiap sambungan Pipa.   “Proyek Palang Joglo merupakan kolaborasi yang baik antara kontraktor pelaksana utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Bhakti Karya Utama selaku maincon, konsultan PT. Raya Konsult sebagai perencana desain, serta WIKAIKON selaku fabricator dan instalator, dimana engineering WIKAIKON melakukan analisa Construction Engineering Services untuk mengevaluasi tahapan urutan pekerjaan dan perubahan perilaku struktur pada fase konstruksi install jembatan (stagging analysis for installation), memastikan setiap tahapan konstruksi aman dan presisi sesuai dengan perencanaan desain”, ujar Direktur Utama WIKAIKON, Agus Pramono. Warna merah pada tiang baja sendiri memiliki filosofi dengan menunjukan keberanian, menggabungkanelemen-elemen tradisional dan modern dalam desainnya. Estetika khas Joglo Jawa yang terkenal telah dijaga dengan mempertahankan atap khas Joglo, dengan sentuhan elemen baja yang elegan dan minimalis. Hasilnya adalah sebuah karya arsitektur yang memadukan keindahan dan fungsionalitas yang sempurna.“Keberhasilan ini merupakan kerjasama dan keberanian bersama dalam kolaborasi. Kami optimis akandapat menghadirkan lebih banyak lagi pembangunan yang mengedepankan aspek keberlanjutan.  Melalui kontribusi Pekerjaan, PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi mendapatkan pengalaman melaksanakan pekerjaan untuk menghadirkan wajah baru yang iconic di Solo untuk pengembangan infrastruktur”, tutupAgus Pramono.   PT WIJAYA KARYA INDUSTRI & KONSTRUKSI Instagram : wikaindustrikonstruksi Tiktok: wikaindustrikonstruksi Youtube : WIKA Industri & Konstruksi Facebook : PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi Linkedin : PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi Contact Us: ——————– Corporate Secretary WIKA IKON  info@wikaikon.co.id

Berita WIKAIKON

Press release WIKA Ikon berkolaborasi dengan IBC dorong percepatan ekosistem sepeda motor listrik

WIKAIKON Berkolaborasi Dengan IBC Dorong Percepatan Ekosistem Sepeda Motor Listrik JAKARTA – Indonesia Battery Corporation (IBC) telah mengambilalih sebagian kepemilikan saham PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi (WIKAIKON) di PT Wika Industri Manufaktur (WIMA) sebagai produsen dari motor listrik Gesits. Diharapkan kolaborasi WIKON dan IBC dapat mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik roda dua di Indonesia sekaligus mendukung program pemerintah dalam percepatan atas Komitmen dalam mencapai net zero emission di 2060. Nantinya, TKDN Gesits yang sekarang sudah mencapai 47 persen dapat dinaikkan menjadi 60 persen dengan didukung kapabilitas perakitan baterai kendaraan listrik dalam negeri yang terintegrasi oleh IBC PT WIJAYA KARYA INDUSTRI & KONSTRUKSI Instagram : wikaindustrikonstruksi Tiktok: wikaindustrikonstruksi Youtube : WIKA Industri & Konstruksi Facebook : PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi Linkedin : PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi Contact Us: ——————– Corporate Secretary WIKA IKON  info@wikaikon.co.id

Berita WIKAIKON

Ridwan kamil meninjau proses produksi sepeda motor gesits

Gubenur Jawa Barat (JABAR) Ridwan Kamil didampingi oleh Direktur Keuangan PT Migas Hulu Jabar Punjul Prabowo, dan Direktur Utama PT Energi Negeri Mandiri Rully beserta jajarannya,melakukan kunjungan ke Pabrik PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) produsen Motor Listrik GESITS di Kawasan Industri WIKA (KIW) Cileungsi, Bogor–Jawa Barat pada hari Selasa (27/4/). Direksi WIMA dan Direksi PT WIKA Industri & Konstruksi (WIKA IKON) menyambut baik kunjungan Ridwan Kamil beserta jajaran untuk meninjau Proses Produksi Motor Listrik GESITS. Direktur Operasi PT Wika Industri & Konstruksi, Eka Santoso dalam sambutan menyampaikan kedatangan Ridwan Kamil dan jajaran menjadikan energi & semangat yang luar biasa bagi WIMA. Direktur Utama WIMA, Muhammad Samyarto, mengungkapkan Produk Motor Listrik GESITS ini telah menggunakan komponen – komponen dalam negeri sebesar 85% sehingga untuk ketersedian Spare Part cukup terjamin dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 46,73%. Samyarto menambahkan bahwa WIMA berupaya melakukan program Pengembangan jaringan charging perkotaan dalam mendukung konversi dari kendaraan bermotor fosil ke basis listrik. Pada kesempatan hari ini WIMA siap mendukung pemerintah dalam memproduksi sepeda motor listrik, tidak hanya memasarkan melalui jaringan purna jual dan suku cadang untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna GESITS. Sambutan positif pun disampaikan Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil, kunjungan ini merupakan bagian dari Apresiasinya bahwa Jawa Barat menjadi wilayah untuk infrastruktur dan Produksi Motor Listrik. Motor Listrik ini mendukung upaya konvervasi energi karena produk ini ramah lingkungan tidak berbasis bahan bakar fosil. Pada kesempatan ini juga Ridwan Kamil menyampaikan Motor GESITS sudah mencapai hasil review yang bagus, jika dibandingkan motor listrik lain di Indonesia pungkasnya. Harapannya harus tetap melakukan evaluasi untuk disempurnakan, sehingga tidak ada komplain dari segi kualitas, secara proses produksi baik di WIMA dan WIKA IKON sudah mengadaptasi Budaya Manufaktur Jepang dan itu bagus. Sekarang tantangannya adalah menciptakan desain motor listrik yang dapat menjangkau ke berbagai segmen konsumen dengan pilihan model yang beragam, tidak hanya tipe motor bebek tetapi ada tipe seperti urban, adventure atau lainnya. Lebih lanjut Ridwan Kamil menambahkan GESITS ini cocok sebagai pilihan untuk mengalihkan kendaraan konvensional ke kendaraan listrik. Program mengalihkan kendaraan operasional kedinasan ke kendaraan listrik hal tersebut menghemat pengeluaran anggaran biaya BBM hingga satu per limanya. Harapan beliau agar penggunaan sepeda motor listrik meningkat terutama di wilayah Provinsi Jawa Barat sebesar 30% ditahun 2030. Iya menutup pembicaraan meyakini Insinyur-insinyur WIKA Group mampu menjawab tantangannya tidak hanya menciptakan Motor Listrik tapi Kompor Listrik dengan watt rendah atau lainnya untuk menjaga lingkungan tetap hijau dan asri.Public RelationsSekretariat PerusahaanPT WIKA Industri & KonstruksiFacebook : wika_industrikonstruksi Instagram : wikaindustrikonstruksiYoutube : wika_industrikonstruksiLinkedin : PT WIKA Industri & KonstruksiTiktok : wikaindustrikonstruksi

Berita WIKAIKON

Wika ikon bersama PT JPPI, menjalin sinergitas antar anak perusahaan BUMN

Tangerang – Menindaklanjuti kunjungan PT Pelindo II ke Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka dalam rangka penjajakan kerjasama terkait produksi peralatan bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan milik PT Pelindo II, PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (PT JPPI) yang merupakan anak perusahaan dari PT Pelindo II berkunjung ke Pabrik Fabrikasi Baja Tangerang milik WIKA IKON (18/09). Turut hadir dalam kunjungan tersebut adalah Direktur Eksekutif PT JPPI Bapak Herry Purwono dan disambut oleh Direktur Operasi PT WIKA IKON Bapak Hermawan Dhewayanto, Direktur Produksi Bapak Cholis Prihanto, Tim Manajemen dan Tim Pabrik Fabrikasi Baja Tangerang. Acara yang dimulai dengan safety induction tersebut dilanjutkan dengan pemaparan terkait profil pabrik dan progress pekerjaan yang sedang berlangsung di pabrik. Kemudian dilanjutkan dengan Factory Visit serta diskusi terkait tindak lanjut kerjasama antar dua anak perusahaan BUMN ini. Bapak Herry sangat antusias selama melaksanakan factory visit. Ia mengatakan bahwa “WIKA IKON memiliki fasilitas mesin dan pengalaman yang sangat mencukupi untuk dapat bekerjasama dengan PT JPPI dalam memproduksi alat-alat berat di Pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelindo II,”jelas Herry.“SInergi antar anak perusahaan BUMN ini akan menjadi sinergitas yang sangat baik saat ini untuk memajukan Pelabuhan di Indonesia,”tutup Herry. Pabrik Fabrikasi Baja Tangerang adalah salah satu pabrik fabrikasi baja milik WIKA IKON yang memiliki luas 58.000 m2 dan dilengkapi dengan 11 jalur produksi. Pabrik yang berkapasitas mencapai 37.500 ton/tahun ini sudah memproduksi banyak produk unggulan salah satunya Jembatan Modular Unibridge yang sudah diekspor ke luar negeri.  

Berita WIKAIKON

Pabrik fabrikasi baja Majalengka menerima kunjungan PT Pelindo II

Acara dimulai dengan Safety Induction dan dilanjutkan dengan paparan terkait Profil Pabrik dan Bisnis WIKA IKON serta Factory Visit. Zuhri Iryansyah menjelaskan bahwa tujuan kunjungan ke Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka milik WIKA IKON ini adalah dalam rangka penjajakan kerjasama terkait produksi peralatan bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan milik PT Pelindo II.”Kami ingin berkolaborasi dengan perusahaan dalam negeri utamanya BUMN untuk memproduksi alat-alat berat di pelabuhan kami, sehingga sinergi antar BUMN dapat terjalin dengan baik.”jelas Zuhri. Direktur Utama JPPI menjelaskan bahwa fasilitas di Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka cukup baik untuk memproduksi kebutuhan peralatan pelabuhan yang dikelola PT JPPI. Harapannya setelah ini kerjasama antar anak perusahaan BUMN ini dapat ditindaklanjuti dengan dibuatkan MOU, tutup Bunyamin. Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka adalah salah satu pabrik milik PT WIKA IKON yang memiliki luas 29,5 ha dengan kapasitas produksi mencapai 75.000 ton/tahun. Pabrik ini ditargetkan akan memulai produksi perdana pada akhir semester 2 tahun 2020. Majalengka – Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka menerima kunjungan PT Pelindo II dan Anak Perusahaannya yaitu PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI) (11/09). Dihadiri oleh Direktur Teknik PT Pelindo II Zuhri Iryansyah, VP Peralatan Irwan S, DVP Alat Bongkar Muat Arif.M, Direktur Utama PT JPPI Bunyamin Sukur dan Direktur Eksekutif PT JPPI Herry Purwono. Kunjungan ini disambut oleh Direktur Operasi I PT WIKA Hananto Aji, Direktur Utama PT WIKA IKON Koko Cahyo Kuncoro, Direktur Operasi Hermawan Dhewayanto, Direktur Peralatan Eka Santoso serta Tim Manajemen dan Tim Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka. Acara dimulai dengan Safety Induction dan dilanjutkan dengan paparan terkait Profil Pabrik dan Bisnis WIKA IKON serta Factory Visit. Zuhri Iryansyah menjelaskan bahwa tujuan kunjungan ke Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka milik WIKA IKON ini adalah dalam rangka penjajakan kerjasama terkait produksi peralatan bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan milik PT Pelindo II.”Kami ingin berkolaborasi dengan perusahaan dalam negeri utamanya BUMN untuk memproduksi alat-alat berat di pelabuhan kami, sehingga sinergi antar BUMN dapat terjalin dengan baik.”jelas Zuhri. Direktur Utama JPPI menjelaskan bahwa fasilitas di Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka cukup baik untuk memproduksi kebutuhan peralatan pelabuhan yang dikelola PT JPPI. Harapannya setelah ini kerjasama antar anak perusahaan BUMN ini dapat ditindaklanjuti dengan dibuatkan MOU, tutup Bunyamin. Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka adalah salah satu pabrik milik PT WIKA IKON yang memiliki luas 29,5 ha dengan kapasitas produksi mencapai 75.000 ton/tahun. Pabrik ini ditargetkan akan memulai produksi perdana pada akhir semester 2 tahun 2020. Majalengka – Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka menerima kunjungan PT Pelindo II dan Anak Perusahaannya yaitu PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI) (11/09). Dihadiri oleh Direktur Teknik PT Pelindo II Zuhri Iryansyah, VP Peralatan Irwan S, DVP Alat Bongkar Muat Arif.M, Direktur Utama PT JPPI Bunyamin Sukur dan Direktur Eksekutif PT JPPI Herry Purwono. Kunjungan ini disambut oleh Direktur Operasi I PT WIKA Hananto Aji, Direktur Utama PT WIKA IKON Koko Cahyo Kuncoro, Direktur Operasi Hermawan Dhewayanto, Direktur Peralatan Eka Santoso serta Tim Manajemen dan Tim Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka. Acara dimulai dengan Safety Induction dan dilanjutkan dengan paparan terkait Profil Pabrik dan Bisnis WIKA IKON serta Factory Visit. Zuhri Iryansyah menjelaskan bahwa tujuan kunjungan ke Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka milik WIKA IKON ini adalah dalam rangka penjajakan kerjasama terkait produksi peralatan bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan milik PT Pelindo II.”Kami ingin berkolaborasi dengan perusahaan dalam negeri utamanya BUMN untuk memproduksi alat-alat berat di pelabuhan kami, sehingga sinergi antar BUMN dapat terjalin dengan baik.”jelas Zuhri. Direktur Utama JPPI menjelaskan bahwa fasilitas di Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka cukup baik untuk memproduksi kebutuhan peralatan pelabuhan yang dikelola PT JPPI. Harapannya setelah ini kerjasama antar anak perusahaan BUMN ini dapat ditindaklanjuti dengan dibuatkan MOU, tutup Bunyamin. Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka adalah salah satu pabrik milik PT WIKA IKON yang memiliki luas 29,5 ha dengan kapasitas produksi mencapai 75.000 ton/tahun. Pabrik ini ditargetkan akan memulai produksi perdana pada akhir semester 2 tahun 2020. Majalengka – Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka menerima kunjungan PT Pelindo II dan Anak Perusahaannya yaitu PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI) (11/09). Dihadiri oleh Direktur Teknik PT Pelindo II Zuhri Iryansyah, VP Peralatan Irwan S, DVP Alat Bongkar Muat Arif.M, Direktur Utama PT JPPI Bunyamin Sukur dan Direktur Eksekutif PT JPPI Herry Purwono. Kunjungan ini disambut oleh Direktur Operasi I PT WIKA Hananto Aji, Direktur Utama PT WIKA IKON Koko Cahyo Kuncoro, Direktur Operasi Hermawan Dhewayanto, Direktur Peralatan Eka Santoso serta Tim Manajemen dan Tim Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka. Acara dimulai dengan Safety Induction dan dilanjutkan dengan paparan terkait Profil Pabrik dan Bisnis WIKA IKON serta Factory Visit. Zuhri Iryansyah menjelaskan bahwa tujuan kunjungan ke Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka milik WIKA IKON ini adalah dalam rangka penjajakan kerjasama terkait produksi peralatan bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan milik PT Pelindo II.”Kami ingin berkolaborasi dengan perusahaan dalam negeri utamanya BUMN untuk memproduksi alat-alat berat di pelabuhan kami, sehingga sinergi antar BUMN dapat terjalin dengan baik.”jelas Zuhri. Direktur Utama JPPI menjelaskan bahwa fasilitas di Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka cukup baik untuk memproduksi kebutuhan peralatan pelabuhan yang dikelola PT JPPI. Harapannya setelah ini kerjasama antar anak perusahaan BUMN ini dapat ditindaklanjuti dengan dibuatkan MOU, tutup Bunyamin. Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka adalah salah satu pabrik milik PT WIKA IKON yang memiliki luas 29,5 ha dengan kapasitas produksi mencapai 75.000 ton/tahun. Pabrik ini ditargetkan akan memulai produksi perdana pada akhir semester 2 tahun 2020. Majalengka – Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka menerima kunjungan PT Pelindo II dan Anak Perusahaannya yaitu PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI) (11/09). Dihadiri oleh Direktur Teknik PT Pelindo II Zuhri Iryansyah, VP Peralatan Irwan S, DVP Alat Bongkar Muat Arif.M, Direktur Utama PT JPPI Bunyamin Sukur dan Direktur Eksekutif PT JPPI Herry Purwono. Kunjungan ini disambut oleh Direktur Operasi I PT WIKA Hananto Aji, Direktur Utama PT WIKA IKON Koko Cahyo Kuncoro, Direktur Operasi Hermawan Dhewayanto, Direktur Peralatan Eka Santoso serta Tim Manajemen dan Tim Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka. Acara dimulai dengan Safety Induction dan dilanjutkan dengan paparan terkait Profil Pabrik dan Bisnis WIKA IKON serta Factory Visit. Zuhri Iryansyah menjelaskan bahwa tujuan kunjungan ke Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka milik WIKA IKON ini adalah dalam rangka penjajakan kerjasama terkait produksi peralatan bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan milik PT Pelindo II.”Kami ingin

Berita WIKAIKON

Site visit QSHE WIKA Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka

Bogor – Tim QSHE PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melaksanakan Site Visit QSHE ke Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka (03/09). Site Visit ini merupakan bentuk dukungan dari WIKA terhadap pembangunan Pabrik Fabrikasi Baja baru milik WIKA IKON di Majalengka. Site Visit QSHE dipimpin oleh Direktur QSHE WIKA Bapak Rudy Hartono yang juga merupakan Komisaris Utama WIKA IKON dan Direktur Human Capital WIKA Bapak Murysid dan diikuti oleh Tim Manajemen QSHE WIKA. Acara diawali dengan pemaparan terkait Safety Induction Pabrik oleh QHSE Pabrik dan pemaparan terkait profil Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka oleh Manajer Pabrik Bapak Achsin Sulfahoni, dilanjutkan dengan Site Visit untuk meninjau implementasi QSHE di Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka dalam rangka persiapan beroperasinya pabrik baru milik WIKA IKON ini. Acara ditutup dengan pengisian lembar inspirasi. “Manajemen Pabrik dirasa perlu untuk terus meningkatkan penerapan K3 di seluruh area kerja dan lingkungan pabrik. Seluruh perizinan juga harus segera diselesaikan untuk kemudahan saat pabrik sudah mulai berproduksi,” ujar Rudy.Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka adalah Pabrik baru milik WIKA IKON dan memiliki kapasitas mencapai 75.000 ton/tahun. Pabrik ini mengukuhkan peran WIKA IKON dalam industri baja nasional, Pabrik yang dilengkapi dengan mesin robotic dan semi automatic ini akan menghasilkan produk baja bermutu tinggi dan berkualitas.  

Berita WIKAIKON

Kunjungan kerja Dewan Komisaris ke Pabrik Bogor WIKA

Jajaran Dewan Komisaris melakukan plan tour ke Pabrik PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKA IKON) di Kawasan Industri WIKA (11/08). Para anggota Dewan Komisaris yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Eddy Kristanto, Akhmadi Tricahyono, R.Permadi Mulajaya, Dini Yulianti dan Sulistyo selaku Komite Audit serta Rini Astuti selaku Sekretaris Komisaris. Kunjungan ini didampingi oleh Sekretaris Perusahaan Purwanto Agustiono dan Manajer Pabrik Plastic, Pressing & Casting (PPC) Rudy Heryadi serta Direksi dari PT Wijaya Karya Industri Manufaktur (WIMA) M.Samyarto dan Trihari Agus Riyanto. Kunjungan Dewan Komisaris ini dimaksudkan untuk memperkenalkan Pabrik yang dimiliki oleh WIKA IKON kepada dua anggota dewan komisaris yang baru bergabung, yaitu R.Permadi Mulajaya dan Dini Yulianti. Pengenalan perusahaan ini merupakan salah satu prosedur yang harus dilalui setiap Direksi atau Komisaris yang baru dalam Good Corporate Governance (GCG). Dengan adanya pengenalan perusahaan ini, para anggota yang baru bergabung dapat mengetahui secara langsung kapasitas produksi yang dimiliki oleh WIKA IKON sehingga  dalam melakukan tugas pengawasannya kepada kemampuan direksi dan perusahaan, dapat mempunyai data dan informasi yang cukup sebagai pegangan agar kinerja perusahaan dapat terjaga dengan baik di level maksimal. Kunjungan diawali dengan paparan dari Manajer Pabrik PPC dan Direktur WIMA dilanjutkan dengan plan tour ke Pabrik Assembly Motor Listrik GESITS dan Pabrik PPC. Dalam kunjungan ini Dewan Komisaris sangat antusias dengan diversifikasi bisnis yang dimiliki oleh WIKA IKON mulai dari industri baja, alat berat hingga industri manufaktur dan otomotif. Dengan diversifikasi bisnis ini Dewan Komisaris berharap WIKA IKON akan menjadi lebih maju dan berkembang untuk kesejahteraan karyawan dan masyarakat sekitar pabrik, dengan semangat Bersama Kita Bisa!!.

Scroll to Top